Kamis, 06 Desember 2018

Suatu Saat, Kau Akan Mengerti


Malam sudah semakin larut. Tapi aku yakin kau masih terjaga. Mungkin kau sedang memandangi layar laptop, menyelesaikan pekerjaanmu. Sesekali kau mengerutkan kening, berpikir. Sesekali juga kau meregangkan otot leher yang mulai terasa pegal dan kaku. Andai saja aku di sana, mungkin akan kubuatkan kau susu cokelat hangat dan cookies lezat. Kemudian kutarik kursi dan duduk di sampingmu. Aku akan menemanimu sampai selesai. Wajahmu terlihat begitu serius sambil bibirmu bergumam tanpa suara. Aku tak mengerti kau bergumam tentang apa, tapi aku suka melihat kau sedang serius seperti itu. Lalu setelah kau selesai dengan pekerjaanmu dan menutup laptop, aku tentu akan memijat bahumu yang pegal-pegal itu sebelum beranjak tidur. Sayang, malam ini aku hanya bisa berandai-andai.
Sudah berbulan-bulan, dan perasaanku masih belum berubah. Hatiku masih terkunci rapat-rapat, agar kau tak pergi dan tergantikan yang lain. Kau masih bersemayam di dalamnya. Biar saja, aku suka. Bukannya memudar, justru semakin hari rasanya aku semakin cinta meski berkali-kali kau berusaha untuk membuatku menyerah. Tak pernah aku merasa seyakin ini dalam mencintai. Kau telah berhasil mematahkan hatiku berkali-kali, tapi aku juga berhasil memperbaikinya kemudian mencintaimu lagi. Patahkan saja terus. Semakin dibuat patah, justru hatiku semakin kuat mencintaimu. Kan sudah kubilang bahwa kau adalah bagian terbaikku, jadi mana mungkin aku meninggalkanmu begitu saja?
Adakah yang lebih tangguh hatinya? Tetap mecintai meski berkali-kali disakiti. Tetap menyayangi meski berkali-kali diabaikan. Tetap berusaha selalu ada meski berkali-kali kau anggap ia tak ada. Tetap membanggakanmu meski berkali-kali mereka mencaci. Tetap mendoakanmu meski berkali-kali kau melupakannya. Tetap memaafkan meski berkali-kali kau buat ia menangis. Tetap merindukanmu meski berkali-kali kau gores hatinya. Tetap mau menerimamu dalam setiap kondisi. Adakah yang lebih tangguh?
Tak peduli bagaimana kau bersikap hari ini. Tak mengapa. Aku yakin, suatu saat kau juga akan mengerti bahwa ada perempuan yang begitu mencintaimu sepenuh hatinya. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang selalu menyayangimu, bagaimanapun kondisimu. Sesakit apapun hatinya, tak pernah menyerah dalam mencintaimu. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang sangat bangga padamu ketika kau berhasil, dan ada perempuan yang sangat ingin mengulurkan tangannya untuk membantumu bangkit lagi ketika kau terjatuh. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang sangat ingin menyeka setiap peluhmu. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang selalu mendoakan kebaikanmu dalam setiap sujudnya. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang tak pernah bosan melangitkan namamu dalam setiap doanya. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang menjadikanmu rumah dan berharap ia juga bisa menjadi rumah bagimu. Kau akan mengerti bahwa ada perempuan yang berharap bisa mendampingimu tak hanya di dunia, bahkan di kehidupan setelah kematian.

Ciputat, 06-12-2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Aku Pamit.

Sangat ingin tahu kabarmu lalu berkata aku rindu. Tapi rasanya aku sudah lelah jadi perempuan tak tahu diri. Sudah tahu rinduku sepihak, ma...