Bagaimana mungkin kau merasa baik-baik saja sedangkan ada hati yang kau buat hancur berantakan?
Bagaimana mungkin kau bisa merasa tentram sedangkan ada hati yang kau taburkan benih pengharapan di dalamnya, lalu kau tinggalkan begitu saja ketika harapan-harapan itu sudah tumbuh dengan baik?
Bagaimana mungkin kau bisa istirahat dengan nyaman sedangkan ada hati yang setia menunggu sapamu barang sedetik?
Bagaimana mungkin kau bisa tidur nyenyak sedangkan ada raga yang rela terjaga dan tak bosan menyebut namamu di sepertiga malam meski kau sakiti berkali-kali?
Bagaimana mungkin kau bisa merasa tentram sedangkan ada hati yang kau taburkan benih pengharapan di dalamnya, lalu kau tinggalkan begitu saja ketika harapan-harapan itu sudah tumbuh dengan baik?
Bagaimana mungkin kau bisa istirahat dengan nyaman sedangkan ada hati yang setia menunggu sapamu barang sedetik?
Bagaimana mungkin kau bisa tidur nyenyak sedangkan ada raga yang rela terjaga dan tak bosan menyebut namamu di sepertiga malam meski kau sakiti berkali-kali?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar